Klasifikasi Makhluk Hidup dan Tata Nama Binomialnya

Berbagai jenis makhluk hidup
Seluruh gambar berasal dari Wikimedia dan digabung menjadi satu serta berlisensi CC BY-SA
Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup dalam satu kelompok (takson) melalui pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman. Makhluk hidup yang diklasifikasikan dalam satu kelompok tertentu memiliki persamaan-persamaan sifat dan/atau ciri-ciri. Demikian pula sebaliknya, makhluk hidup dalam kelompok yang berbeda akan memiliki perbedaan-perbedaan sifat dan/atau ciri-ciri.

Langkah-Langkah Klasifikasi

Langkah-langkah klasifikasi makhluk hidup adalah sebagai berikut:
1). Mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan atau tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya;
2). Setelah kelompok spesies terbentuk, dapat dibentuk kelompok-kelompok lain dari urutan tingkatan klasifikasi sebagai berikut.
Dengan cara tersebut terbentuk urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Urutan klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil adalah sebagai berikut:
  1. Kingdom (kerajaan);
  2. Divisio atau filum;
  3. Kelas;
  4. Ordo (bangsa);
  5. Famili (suku);
  6. Genus (marga);
  7. Spesies (jenis).
Mengingat keperluannya, kadang-kadang di antara dua tingkatan terdapat sub-sub, seperti subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah kelompok spesies masih ditempatkan kelompok varietasdan di bawah varietas terdapat strain.

Tabel berikut ini menunjukkan klasifikasi beberapa makhluk hidup:

Tingkatan
Anjing
Belalang
Manusia
Pisang
Kingdom
Hewan
Hewan
Hewan
Tumbuhan
Filum
Chordata
Arthropoda
Chordata
Spermatophyta
Subfilum
Vertebrata
Invertebrata
Vertebrata
Angiospermae
Kelas
Mamalia
Insecta
Mamalia
Dicotyledonae
Ordo
Carnivora
Orthoptera
Primata
Malvales
Famili
Canidae
Locutidae
Hominidae
Malvaceae
Genus
Canis
Schistocerca
Homo
Musa
Spesies
Canis familiaris
Schistocerca americana
Homo sapiens
Musa paradisiaca

Tata Nama Binomial

Nama yang diberikan kepada suatu individu makhluk hidup sering berbeda meskipun individu yang dimaksud sama. Setiap daerah memberi nama yang berbeda untuk setiap individu yang sama. Misalnya buah mangga, ada yang menyebutnya pelem, ada pula yang memberinya nama pauh tergantung dari bahasa masing-masing daerah. Nama yang bermacam-macam ini jelas membingungkan dalam dunia ilmu pengetahuan.

Nah, untuk mengatasi permasalahan tersebut, seorang ahli biologi dari Swedia, Carolus Linnaeus, mengemukakan sebuah aturan dan pedoman penamaan bagi kelompok individu. Sistem pemberian nama makhluk hidup yang digunakan oleh Linnaeus disebut dengan Sistem Binomial Nomenklatur dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Latin. Dengan adanya sistem ini orang tidak akan keliru menyebut nama makhluk hidup meskipun di tiap daerah memiliki nama yang berbeda-beda.

Sistem binomial nomenklatur ini merupakan sistem pemberian nama makhluk hidup yang sah berdasar kode internasional dengan menggunakan sistem tata nama dua kata dengan aturan-aturan sebagai berikut: Nama terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan tingkatan marga (genus) yang diawali dengan huruf besar dan kata kedua menunjukkan tingkatan jenis (spesies) yang diawali dengan huruf kecil. Contohnya: Gnetum gnemon. Jika ditulis dengan huruf tegak, dua kata tersebut harus digarisbawahi, tetapi jika tidak digarisbawahi, dua kata tersebut harus dicetak miring. Contohnya, Gnetum gnemon atau Gnetum gnemon.

Contoh penulisan nama ilmiah adalah seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut ini:

No.
Nama Indonesia
Nama Ilmiah
1.
Melinjo
Gnetum gnemon
2.
Kelapa sawit
Elaeis guineesis
3.
Padi
Oryza sativa
4.
Jagung
Zea mays
5.
Ketela pohon
Manihot utilissima
6.
Cacing tanah
Lumbricus terestris
7.
Penyu
Chelonia mydas
8.
Komodo
Varanus komodoensis

Lalu bagaimana jika memiliki subspesies? Jika memiliki subspesies, nama tersebut ditambahkan pada kata ketiga sehingga terdiri atas tiga kata, dan sistem penamaannya disebut trinomial. Contohnya: Passer domesticus domesticus (burung gereja) dan Felis maniculata domesticus (kucing rumah).

Aturan penamaan untuk kelompok yang lebih tinggi tingkatan klasifikasinya adalah sebagai berikut:

a). Hewan
Nama famili berasal dari nama genus ditambah idae. Misalnya: Ranidae dari kata Rana (katak). Untuk nama subfamili berasal dari nama genus ditambah inae. Misalnya: Fasciolinae dari kata Fasciola (cacing pita).

b). Tumbuhan
Nama famili diberi akhiran aceae atau ae. Misalnya: Ranunculaceae berasal dari Ranunculus. Untuk nama ordo diberi akhiran ales. Misalnya: Filiales (paku-pakuan). Sedangkan untuk nama divisio diberi akhiran phyta. Misalnya: Spermatophyta.

Nah, itulah klasifikasi makhluk hidup dan tata nama ilmiahnya. Pada artikel berikutnya akan dibahas tentang macam-macam sistem klasifikasi makhluk hidup. Jika ada yang ditanyakan silakan ditanyakan melalui alamat email edukasi@anashir.com. Artikel diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Label: