Hakikat Bangsa serta Unsur-Unsurnya

Hai sahabat! Hari ini kita akan mempelajari materi Pendidikan Kewarganegaraan tentang Hakikat Bangsa serta Unsur-Unsurnya. Di sini yang akan kita pelajari adalah manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, pengertian bangsa, dan unsur-unsur bangsa.

Nah, pada dasarnya sebuah bangsa terdiri atas manusia. Manusia ialah individu yang secara hakiki bersifat sosial. Manusia tidak bisa hidup tanpa ada kerja sama dengan manusia lain. Oleh sebab itu, manusia menjalin hubungan serta berinteraksi dengan manusia lain pada lingkungan serta masyarakatnya.

Manusia sebagai Makhluk Individu

Individu berarti seseorang (tunggal), organisme yang hidupnya berdiri sendiri. Individualisme ialah suatu pandangan atau paham yang menganggap bahwa diri sendiri lebih utama daripada orang lain. Individualisme menitikberatkan kepada kekhususan, martabat, hak, serta kebebasan individu. Manusia pada awalnya ialah individu yang bebas serta merdeka, tidak mempunyai ikatan apa pun, termasuk tidak terikat dengan masyarakat maupun negara.

Pada setiap individu mempunyai keunikan (spesifikasi) yang membedakannya dari individu lain. Keunikan individu tersebut memuat kelebihan serta kekurangan pada tiap pribadi. Kekurangan manusia yang satu dapat diisi kelebihan manusia yang lainnya. Kesemuanya itu akan mendasari rasa menerima keberadaan serta kebutuhan guna menjalin kerja sama dengan manusia lain.

Manusia sebagai Makhluk Sosial

Dalam menjalani kehidupan, manusia senantiasa membutuhkan dan bergantung pada manusia lainnya. Seseorang tidak akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendirian. Karena saling membutuhkan, manusia wajib melakukan sosialisasi dengan manusia lain. Manusia yang satu akan bergabung dengan manusia lain dan membentuk kelompok dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup dan mencapai tujuannya.

Aristoteles (384–322 SM), seorang filsuf (ahli pikir) bangsa Yunani kuno berpendapat bahwa pada hakikatnya manusia ialah zoon politicon, artinya makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. Sementara itu Ibnu Khaldun (1332–1406) berpendapat bahwa hidup bermasyarakat ialah merupakan keharusan (wajib) bagi manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain dalam mencapai tujuan.

Pengertian Bangsa

Bangsa menurut Otto Bauer (dalam Gordon: 1996) ialah suatu persatuan karakter maupun perangai yang timbul karena persamaan nasib atau karakter (character gemeinschaft). Adapun menurut Ernest Renant (1929), bangsa ialah kesatuan jiwa. Jiwa yang mengandung kehendak untuk bersatu, orang-orang merasa diri satu serta mau bersatu. Sementara itu menurut Hans Kohn (Jerman) bangsa adalah sebagai buah hasil tenaga hidup dalam sejarah dan karena itu, selalu bergelombang serta tidak pernah membeku. Adapun pengertian bangsa menurut Jacobson dan Lipman adalah suatu kesatuan budaya dan suatu kesatuan politik.

Ir. Soekarno (1984) kemudian menambahkan satu syarat lagi, yaitu tanah air sebagai tempat tinggal orang-orang yang merasa satu tersebut. Kesatuan antara tempat serta orang-orang yang merasa untuk bersatu itulah yang membentuk bangsa. Pendapatnya ini didukung oleh definisi-definisi dari Hans Kohn serta Jacobson dan Lipman di atas.

Unsur-Unsur Bangsa

Benedict Anderson mengartikan bangsa sebagai komunitas politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas batasnya serta berdaulat. Ada tiga unsur pokok dari pengertian itu adalah:

  • Komunitas politik yang dibayangkan
Suatu bangsa merupakan komunitas politik yang dibayangkan karena pada anggota dari bangsa yang paling kecil sekalipun tidak saling kenal. Meskipun demikian, para anggota bangsa itu selalu memandang satu sama lain sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

  • Mempunyai batas wilayah yang jelas
Bangsa dibayangkan sebagai sesuatu yang pada hakikatnya bersifat terbatas. Bangsa-bangsa yang paling besar sekalipun dengan penduduk ratusan juta jiwa mempunyai batas wilayah yang relatif jelas.

  • Berdaulat
Bangsa dibayangkan sebagai berdaulat. Ini karena sebuah bangsa berada di bawah suatu negara yang mempunyai kekuasaan atas seluruh wilayah serta bangsa tersebut.

Berdasarkan unsur-unsur di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sekelompok manusia yang berada dalam suatu wilayah tertentu yang mempunyai karakter, identitas, atau budaya yang khas, serta bersatu dapat disebut bangsa. Di samping itu, suatu bangsa tunduk pada aturan tertentu karena persamaan nasib, tujuan, dan cita-cita. Jadi, unsur-unsur suatu bangsa dapat disimpulkan sebagai berikut.
  1. Ada sekelompok manusia yang mempunyai kemauan untuk bersatu.
  2. Berada dalam suatu wilayah tertentu.
  3. Ada kehendak untuk membentuk atau berada di bawah pemerintahan yang dibuatnya sendiri.
  4. Secara psikologis merasa senasib, sepenanggungan, setujuan, serta secitacita.
  5. Ada kesamaan karakter, identitas, budaya, bahasa, dan lain-lain sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lainnya
Cukup sekian dulu pembahasan mengenai Hakikat Bangsa serta Unsur-Unsurnya untuk pembahasan selanjutnya dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan akan membahas mengenai Hakikat Negara serta Bentuk-Bentuknya. Artikel diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Pendidikan Kewarganegaraan 1 untuk SMA/MA/SMK Kelas X, Penyusun: Rima Yuliastuti, Wijianto, Budi Waluyo; cetakan tahun 2011.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.


Gambar di atas adalah sampul buku Kewarganegaraan yang diterbitkan oleh Center for civic education yang bekerja sama dengan Depdiknas tahun 2004. Kemungkinan memiliki hak cipta dan ditampilkan hanya sebagai penggunaan wajar (fairuse) sebagai ilustrasi. Sumber gambar: Wikipedia

Unsur Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah (lokal) maupun dari bahasa asing, seperti Sanskerta, Arab, Portugis, dan Belanda. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas 3 golongan besar, yaitu:
  1. Unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Unsur pinjaman ini dapat dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Contoh: reshuffle, shuttle cock, real estate, dan sebagainya.
  2. Unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
  3. Unsur yang sudah lama terserap dalam bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah ejaannya. Contoh: otonomi, dongkrak, paham, aki, dan sebagainya.
Berikut ini kaidah penyesuaian ejaan unsur serapan dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia.

1. -al, eel, -aal (Belanda) menjadi -al, contoh: 
  • national menjadi nasional
  • rationeel menjadi rasional
  • normaal menjadi normal
2.  ç- (Sansekerta) menjadi s- contoh:
  • çabda menjadi sabda
  • çastra menjadi sastra
3. oe- (Yunani) menjadi e- contoh:
  • oestrogen menjadi estrogen
  • oenology menjadi enologi
4. kh- (Arab) tetap kh- contoh:
  • khusus tetap menjadi khusus
  • akhir tetap menjadi akhir
5. oo (Inggris) menjadi u contoh:
  • cartoon menjadi kartun
  • proof menjadi pruf
Itulah beberapa kaidah ejaan penyerapan unsur serapan dari bahasa asing menjadi bahasa Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat mengunduh file (berkas) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengenai Pedoman Umum Pembentukan Istilah di website resmi Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut ini adalah bagan prosedur pembakuan istilah:

Bagan prosedur pembakuan istilah (klik untuk memperbesar)
(Sumber: Wikimedia Commons, Author: Ivan Lanin, Lisensi: CC BY-SA 3.0)
Sekian materi bahasa Indonesia yang berjudul Unsur Serapan Asing kali ini. Artikel diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Bahasa dan sastra Indonesia 1: untuk SMA/MA Kelas X, Penyusun: Sri Utami, Sugiarti, Suroto; cetakan tahun 2008.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.

Cara Menghidupkan dan Mematikan Komputer

Dewasa ini komputer semakin berperan dalam kehidupan manusia. Manusia menggunakan komputer untuk melakukan pekerjaan. Sebagai pelajar, mungkin Anda juga sering memanfaatkan jasa komputer. Misalnya saja saat Anda membuat laporan, menulis cerita pendek, maupun membuat kartu ucapan. Mungkin juga Anda menggunakan komputer untuk menyalurkan kegemaran. Sebagai contoh, membuat film animasi, mendesain poster, dan membuat kartu nama.

Sebelum mengoperasikan komputer, tentu Anda harus mengaktifkan atau menghidupkan komputer. Mungkin selama ini Anda selalu menjumpai komputer yang siap pakai (misalnya komputer sekolah atau warnet). Artinya, perangkat-perangkat penyusun komputer telah tersambung dan siap digunakan. Akan tetapi, mungkin saja suatu saat Anda harus merangkai berbagai perangkat tersebut. Misalnya saat Anda membeli komputer.

Sebelum mempelajari cara menghidupkan dan mematikan komputer, terlebih dahulu kita harus mengenal perangkat penyusunnya dan juga berbagai port (penghubung) komputer dengan peralatan input atau output komputer. Hal ini dimaksudkan agar dalam menghidupkan dan mematikan komputer tidak terjadi permasalahan serius yang tidak diinginkan.

Mengenal Perangkat Penyusun Komputer

Secara garis besar, satu unit komputer terdiri atas media masukan, media pemroses, media keluaran, media penyimpan, dan alat pelengkap. Media masukan disebut pula media input. Beberapa contoh media masukan yaitu keyboard, mouse, scanner, joystick, light pen, monitor touch screen, barcode reader, dan mikrofon. Mungkin Anda sering membaca atau mendengar istilah tetikus, papan ketik, dan pemindai. Tetikus adalah sebutan mouse dalam bahasa Indonesia. Papan ketik merujuk pada keyboard, sedangkan pemindai adalah sebutan lain dari scanner.

Unit sistem komputer memproses pekerjaan yang harus dilakukan komputer. Central Processing Unit (CPU) digunakan sebagai media pemroses utama. Karena fungsinya, media ini dikatakan sebagai otak dari komputer. CPU bekerja dalam tiga peran. Peran pertama yaitu sebagai control unit. Peran kedua dan ketiga berturut-turut internal memory dan arithmatic logical unit. CPU yang lazim disebut prosesor diletakkan pada motherboard. Kemudian motherboard, hard disk, dan beberapa komponen yang lain, diletakkan dalam satu kotak yaitu case. Nah, satu unit case dan aneka komponen tersebut disebut casing.

Monitor, speaker (pengeras suara), dan printer tergolong sebagai media keluaran (output). Printer adalah alat yang digunakan untuk mencetak data dari dalam komputer. Output monitor adalah segala sesuatu yang kita lihat pada layar monitor. Speaker merupakan alat output yang menghasilkan suara.

Komputer
(Sumber: Akun Flickr The Eggplant, Lisensi: CC BY-ND 2.0)
Dapat pula pada satu unit komputer ditambahkan beberapa peralatan (peripheral). Peralatan yang pertama yaitu kartu jaringan (network interface card). Peralatan yang kedua berupa modem. Kedua alat ini digunakan agar komputer dapat berhubungan dengan jaringan dan internet.

Data hasil kerja dapat disimpan menggunakan media penyimpanan. Media yang sering digunakan misalnya CD, flash disk, hard disk, dan disket.

Mengenal Jenis Port pada Komputer

Agar dapat menghidupkan dan mengaktifkan komputer, maka kita harus memastikan bahwa kabel monitor, mouse, keyboard, printer, dan kabel power sudah terhubung dengan tepat dan benar pada konektornya masing-masing. Berikut ini adalah bagian belakang casing yang berisi berbagai port.

Fungsi dan Jenis Port Keyboard dan Mouse

Port keyboard dan mouse ada dua jenis, yaitu Serial dan PS/2 yang berfungsi menghubungkan keyboard dan mouse dengan hardware komputer.

Port keyboard dan mouse, serial dan PS/2
Fungsi Port Monitor

Port monitor berfungsi menghubungkan monitor dengan hardware komputer.

Port monitor
Fungsi dan Jenis Port Printer

Port printer ada dua jenis, yaitu Serial dan PS/2 yang berfungsi menghubungkan printer dengan hardware komputer.

Port printer
Fungsi Port USB

Port USB yang berfungsi menghubungkan hardware eksternal kabel USB (misalnya flash disk) dengan komputer.

Port USB

Prosedur Menghidupkan dan Mematikan Komputer

Sebelum kita menghidupkan komputer, kita harus menghubungkan power supply dengan sumber listrik terlebih dahulu. Untuk menghubungkannya, kita gunakan kabel power. Pastikan bahwa kabel power dengan benar dan tepat terhubung dengan arus listrik.

Menghubungkan power supply ke sumber listrik
Dalam mengoperasikan komputer, terlebih dahulu kita harus mengetahui prosedur menghidupkan komputer dengan benar. Jika prosedur tersebut tidak dilakukan secara benar, akan berakibat kerusakan pada software dan hardware komputer. Hal yang perlu diperhatikan dalam menghidupkan komputer adalah sebagai berikut:
  • Pastikan bahwa sistem unit komputer telah terangkai dengan benar.
  • Pastikan bahwa unit komputer telah terhubung secara benar dengan arus listrik
  • Pastikan pula tidak ada disket pada Floppy drive (jika menggunakannya).
  • Hidupkan komputer dengan cara menekan tombol power pada CPU dan hidupkan pula monitor dengan menekan tombol power monitor.
  • Tunggu beberapa detik hingga komputer selesai melakukan proses booting.
    Proses booting pada Windows 7
  • Setelah proses booting selesai, komputer akan menampilkan dekstop sebagai tanda komputer siap digunakan.
    Tampilan desktop Windows 7
  •  Selanjutnya komputer siap digunakan
Nah, setelah selesai menggunakan komputer, kita harus mematikannya. Prosedur yang harus diperhatikan dalam mematikan komputer adalah sebagai berikut:
  • Pastikan semua aplikasi program ditutup dengan benar.
  • Klik tombol Start --> Shutdown.
    Tombol shutdown dilingkari merah
  • Tunggu beberapa saat hingga otomatis CPU dimatikan tanpa menekan tombol power.
  • Matikan monitor dengan menekan tombol power monitor.
  • Cabut kabel power CPU dan monitor dari sumber listrik.
  • Selesai.
Cukup sekian artikel mengenai Cara Menghidupkan dan Mematikan Komputer kali ini. Artikel diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk SMA/MA/SMK Kelas X, Penyusun: Osdirwan Osman; cetakan tahun 2010.
2. Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas X untuk SMA/MA, Penyusun: Ali Muhson, Miyanto; cetakan tahun 2010.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.


Gambar di atas mungkin memiliki hak cipta, digunakan di sini sebagai ilustrasi dan menggunakan penggunaan wajar (fairuse)

Jenis-Jenis Kebutuhan dan Faktor yang Memengaruhinya

Manusia hidup selalu dihadapkan pada masalah kebutuhan dan keinginan atau pemuas kebutuhan. Kebutuhan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi agar orang dapat bertahan hidup. Kebutuhan hidup manusia pada dasarnya tidak ada yang persis sama. Kebutuhan anak-anak dan orang dewasa berbeda. Kebutuhan anak balita dengan kebutuhan anak SMA berbeda, demikian juga kebutuhan antara anak sekolah dengan seorang kepala keluarga mestinya akan berbeda pula.

Berbagai macam kebutuhan manusia seperti pangan, sandang, dan papan
Upaya untuk memenuhi kebutuhan pada dasarnya tidak pernah berakhir, karena itu manusia perlu bertindak rasional artinya berbuat sesuatu untuk mencegah pemborosan dan mencegah ketidakefisienan. Kebutuhan untuk memenuhi keperluan manusia agar mampu bertahan hidup disebut kebutuhan ekonomi.

Jenis-Jenis Kebutuhan

Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam. Secara garis  besar kebutuhan manusia dapat dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu berdasarkan intensitas kegunaannya, berdasarkan sifatnya, berdasarkan waktu pemenuhannya, dan berdasarkan subjeknya.

Kebutuhan Berdasarkan Intensitas Kegunaannya

Berdasarkan intensitas kegunaannya, kebutuhan dibagi menjadi tiga macam, yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.
  1. Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Dengan kata lain, kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia tetap hidup. Contoh yang termasuk ke dalam kebutuhan primer adalah kebutuhan untuk makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal.
  2. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh yang termasuk kebutuhan sekunder di antaranya kebutuhan terhadap televisi, kulkas, meja, kursi, buku, dan alat tulis.
  3. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Pada dasarnya, kebutuhan tersier adalah kebutuhan manusia terhadap barang-barang dan jasa yang tergolong mewah (luks), seperti mobil mewah, kapal pesiar, pesawat terbang pribadi, dan wisata ke luar negeri.
Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan dapat dibagi menjadi dua, yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
  1. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dirasakan oleh unsur  jasmani manusia terhadap barang dan jasa. Unsur jasmani terhadap barang, misalnya, pada saat Anda lapar dan haus, Anda butuh makan dan minum, di waktu udara dingin Anda perlu baju hangat, serta Anda perlu berolah raga agar badan Anda sehat. Unsur jasmani terhadap jasa, misalnya, menonton film, liburan, dan tamasya ke kebun binatang.
  2. Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berkenaan dengan rohani. Misalnya, jika seseorang dalam keadaan stress (tekanan jiwa) berat, ia butuh psikiater atau psikolog. Untuk menentramkan jiwa dan rohani manusia butuh beribadah menurut keyakinan agamanya masing-masing.
Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhannya 
Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi dua, yaitu kebutuhan sekarang dan kebutuhan yang akan datang.
  1. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak dapat ditunda-tunda lagi atau harus dipenuhi pada saat ini juga. Contoh yang termasuk ke dalam kebutuhan sekarang antara lain kebutuhan seseorang terhadap makanan saat ia lapar, kebutuhan terhadap minuman saat ia haus, kebutuhan berobat saat ia sakit, dan kebutuhan istirahat saat ia lelah.
  2. Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang persiapannya dilakukan pada waktu sebelumnya untuk digunakan pada waktu yang akan datang. Contohnya, seseorang menabung untuk memenuhi kebutuhan membangun rumah atau untuk biaya pendidikan anak-anaknya.
Kebutuhan Berdasarkan Subjeknya

Berdasarkan subjeknya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi kebutuhan perorangan dan kebutuhan kelompok.
  1. Kebutuhan perorangan adalah kebutu han yang mencakup hal-hal yang diperuntukkan bagi perorangan. Kebutuhan perorangan akan berbeda untuk setiap orang atau sangat bergantung kepada profesi orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang siswa membutuhkan buku dan alat tulis, makanan, pakaian, dan olahraga.
  2. Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat atau publik secara bersama-sama, misalnya, jembatan, jalan raya, rumah sakit, tempat rekreasi dan sekolah.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan

Kebutuhan setiap manusia dapat berbeda-beda antara yang satu dan lainnya. Beberapa faktor yang memengaruhinya kebutuhan antara lain keadaan alam, agama, adat istiadat, dan peradaban.
Keadaan Alam atau Lingkungan

Keadaan alam akan memengaruhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh, orang yang tinggal di daerah pegunungan akan berbeda kebutuhannya dengan orang yang tinggal di daerah pantai. Begitu juga orang yang tinggal di negara beriklim tropis akan berbeda dengan orang yang tinggal di daerah atau negara yang memiliki empat musim. Orang yang tinggal di daerah dingin lebih membutuhkan pakaian tebal daripada orang yang tinggal di daerah bermusim panas.

Agama

Agama atau keyakinan yang dianut seseorang akan menyebabkan kebutuhan setiap orang menjadi berbeda-beda. Contohnya, setiap agama memerlukan alat-alat tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadahnya. Hal tersebut mendorong tiap-tiap agama mencari barang-barang yang beragam untuk digunakan dalam penyelenggaraan ibadahnya.

Adat Istiadat

Adat istiadat atau tradisi akan memengaruhi perbedaan kebutuhan setiap orang. Misalnya, bagi mayoritas masyarakat Indonesia nasi merupakan makanan pokok. Adapun bagi sebagian besar masyarakat Eropa dan Amerika roti merupakan makanan pokok. Adat masyarakat Sunda akan berbeda dengan orang Jawa atau pun orang Batak. Perbedaan adat istiadat tersebut akan menyebabkan perbedaan kebutuhan.

Peradaban

Peradaban merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perbedaan kebutuhan. Semakin tinggi peradaban suatu masyarakat, semakin banyak dan semakin tinggi kualitas barang atau jasa yang dibutuhkan. Pada zaman nenek moyang, kebutuhan manusia masih sangat sederhana. Misalnya, mereka hanya memerlukan pakaian yang terbuat dari kulit binatang atau dedaunan, makan dari hasil berburu, dan tinggal di gua-gua. Di zaman modern seperti sekarang, hal tersebut sudah tidak ada lagi. Manusia di zaman sekarang sudah memakai pakaian yang semakin bervariasi, makan enak, dan tinggal di rumah yang lebih baik atau tinggal di apartemen mewah.

Cukup sekian artikel mengenai Jenis-Jenis Kebutuhan dan Faktor yang Memengaruhinya kali ini. Artikel diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Membuka Cakrawala Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah, Penulis: Imamul Arifin; cetakan tahun 2009.
2. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah, Penulis: Bambang Widjayanto, Aristanti Widyaningsih, Heraeni Tanuatmodjo; cetakan tahun 2009.
3. Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X, Penulis: Dyastriningrum; cetakan tahun 2009.
4. Ekonomi : Untuk SMA/MA Kelas X, penulis: Mintasih Indriayu; cetakan tahun 2009.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.


Gambar di atas mungkin memiliki hak cipta, digunakan di sini sebagai ilustrasi dan menggunakan penggunaan wajar (fairuse)

Kesamaan dan Keragaman Budaya

Selamat malam sahabat! Kali ini kita akan mempelajari tentang Antropologi untuk kelas 11. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari tentang kebudayaan. Apa Anda mengenal/mengetahui kebudayaan di daerah Anda? Pastinya Anda tahu/kenal dan menyukainya sehingga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai makhluk yang dikaruniai akal, cipta dan rasa, manusia mampu berpikir, berlogika dan berkarya. Oleh karena kelebihan itu, banyak hasil karya diciptakan manusia mulai dari kesenian, rumah, bahasa, benda, dan lain-lain. Kesemua itu menghasilkan kebudayaan. Pada dasarnya setiap daerah mempunyai kebudayaan masing-masing di mana setiap kebudayaan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Situasi ini menjadikan kebudayaan digolongkan menjadi tiga bentuk yaitu kebudayaan lokal, kebudayaan nasional, dan kebudayaan asing. Penggolongan tersebut tentunya digolongkan berdasarkan kacamata Indonesia.

Lalu apa itu kebudayaan? Apa yang dimaksud dengan kebudayaan lokal, nasional, dan asing?

Pengertian Kebudayaan

Sampai saat ini banyak sekali definisi mengenai kebudayaan. Namun, pada dasarnya semua definisi tersebut tidaklah jauh berbeda. Kebudayaan memiliki definisi yang beragam. Banyak ahli yang mencoba membuat definisi kebudayaan tersebut. Penekanannya terletak pada manusia menjalani kehidupan dengan berbagai cara dan tercermin di dalam kehidupan mereka melalui pola tindakan (action) dan kelakuan (behavior).
  • Koentjaraningrat mengatakan bahwa beberapa pakar antropologi terkenal seperti C.C. Wissler (1916), C. Kluckhohn (1941), A. Davis, atau A. Hoebel menjelaskan bahwa tindakan kebudayaan adalah suatu learned behavior, yakni suatu hasil budidaya berupa kebiasaan yang di dapat melalui proses belajar.
  • Koentjaraningrat berikutnya menjelaskan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Lebih lanjut beliau merinci bahwa kata ”kebudayaan” berasal dari kata Sanskerta buddhayah. Buddhayah adalah bentuk jamak dari buddhi. Buddhi memiliki arti budi atau akal.
  • E.B. Tylor (1881) melalui Hari Poerwanto mengatakan bahwa melihat suatu kebudayaan adalah melihat perubahan budaya berdasarkan atas teori evolusi. Menurutnya, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, adat, dan berbagai kemampuan serta kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  • C. Kluckhohn (1952) melalui Hari Poerwanto mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan pola-pola tingkah laku, baik eksplisit maupun implisit yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol yang akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok manusia, termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi.
Masih banyak pendapat para ahli mengenai definisi kebudayaan yang tidak dapat disebutkan satu persatu di sini.

Apa itu kebudayaan lokal, nasional, dan asing?

Kebudayaan Lokal

Budaya lokal adalah nilai-nilai lokal hasil budi daya masyarakat suatu daerah yang terbentuk secara alami dan diperoleh melalui proses belajar dari waktu ke waktu. Budaya lokal dapat berupa hasil seni, tradisi, pola pikir, atau hukum adat.

Indonesia terdiri atas 33 provinsi, karena itu memiliki banyak kekayaan budaya. Kekayaan budaya tersebut dapat menjadi aset negara yang bermanfaat untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar, salah satu di antaranya adalah Candi Borobudur. Adat pernikahan secara tradisional juga merupakan salah satu bentuk budaya lokal. Oleh karena itu, jika ada sepasang pengantin yang berasal dari daerah yang berlainan, seringkali mengenakan busana tradisional pernikahan bergantian sesuai dengan busana daerah masing-masing mempelai. Demikian pula acara tradisi upacara pernikahan diadakan dua kali, disesuaikan dengan upacara adat masing-masing mempelai.

Reog Ponorogo merupakan salah satu kebudayaan lokal yang berbentuk tarian tradisional.
(Sumber: Akun Flickr Mr. T in DC, Lisensi: CC BY-ND 2.0)
Bentuk lain dari budaya lokal adalah tarian tradisional. Tarian tradisional di Indonesia awalnya dipertunjukkan untuk peristiwa tertentu seperti panen, kelahiran, pemakaman, dan pernikahan. Saat ini tradisi tersebut ada yang mengalami pergeseran, tarian dipertunjukkan untuk acara komersial. Namun demikian, hal tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk melestarikan budaya lokal, bahkan untuk memperkenalkan budaya lokal ke tingkat yang lebih halus.

Bahasa daerah, pakaian tradisional, folklor, musik tradisional, olahraga tradisional, permainan anak tradisional, kerajinan tangan, bahkan mitos juga merupakan budaya lokal.

Kebudayaan Nasional

Batik
  (Sumber: Akun Flickr Constance Wiebrande
  Lisensi: CC BY-NC-SA 2.0
)
Koentjaraningrat mengatakan bahwa ”kebudayaan nasional” adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga. Sifat khas yang dimaksudkan di dalam kebudayaan nasional hanya dapat dimanifestasikan pada unsur budaya bahasa, kesenian, pakaian, dan upacara ritual. Unsur kebudayaan lain bersifat universal sehingga tidak dapat memunculkan sifat khas, seperti teknologi, ekonomi, sistem kemasyarakatan, dan agama.

Budaya nasional Indonesia adalah budaya yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa Indonesia dan menciptakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang kuat. Kebudayaan nasional sesungguhnya dapat berupa sumbangan dari kebudayaan lokal. Jadi, sumbangan beberapa kebudayaan lokal tergabung menjadi satu ciri khas yang kemudian menjadi kebudayaan nasional. Batik merupakan salah satu contoh dari kebudayaan lokal yang menjadi kebudayaan nasional dan menjadi pakaian resmi. Saat ini batik telah berkembang hingga ke seluruh wilayah Indonesia dengan corak yang berbeda-beda.

Kebudayaan Asing


Globalisasi terjadi di semua bidang kehidupan. Kebudayaan asing akan semakin mudah memengaruhi budaya lokal. Namun demikian, tidak seluruh budaya asing membawa pengaruh buruk bagi budaya lokal. Kebudayaan asing adalah kebudayaan yang berada di luar wilayah kebudayaan diri.

Salah satu contoh kebudayaan asing yang memberi masukan kebudayaan yang sesuai dengan kepribadian nasional adalah agama. Banyak agama yang masuk ke Indonesia sesuai dengan kepribadian bangsa, sehingga hampir seluruh agama yang masuk ke Indonesia dapat berkembang dengan baik.

Selain itu, salah satu contoh kebudayaan asing yang memberi nilai lebih bagi kebudayaan nasional adalah masuknya teknologi tinggi bagi Indonesia. Teknologi mampu membantu manusia pada segala bidang. Nilai lebih didapatkan karena teknologi asing mampu memberi bantuan bagi keseharian hidup manusia.
Teknologi merupakan kebudayaan asing
  yang memiliki dampak positif maupun negatif
 (Sumber: Akun Flickr amika_san, Lisensi: CC BY-ND 2.0)

Kebudayaan asing tidak selalu memberikan nilai positif bagi kebudayaan nasional. Banyak pula kebudayaan asing yang merugikan kebudayaan nasional. Kebudayaan asing yang membawa pengaruh buruk tersebut mampu menyusup secara perlahan ke dalam tubuh kebudayaan nasional sehingga kerugian baru akan terlihat setelah beberapa waktu. Salah satu contoh kebudayaan asing yang membawa dampak buruk adalah media televisi. Melalui televisi, banyak orang yang terpengaruh cerita yang ada di dalam sinetron sehingga ia terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan cerita di layar kaca tersebut. Melalui televisi pula kepribadian bangsa dikoyak dengan pemakaian pakaian ketat atau mengenakan pakaian mini. Terlebih lagi dengan adanya internet saat ini yang menjadikan dunia serasa dalam genggaman. Dampak negatif penggunaan internet juga sangat tinggi. Situs-situs yang belum dapat dikonsumsi anak di bawah usia dapat dengan mudah dikonsumsi jika tanpa adanya pengawasan dari orang yang lebih dewasa. Namun dari media televisi atau internet juga terdapat nilai-nilai positif bagi kebudayaan nasional. Dengan kedua media tersebut kita jadi lebih tahu tentang ilmu pengetahuan. Jadi suatu kebudayaan asing tidak selalu berdampak negatif tetapi juga dapat berdampak positif bagi masyarakat.

Cukup sekian dulu materi kita kali ini. Artikel di atas diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Antropologi : Kelas XI : Untuk SMA dan MA Program Bahasa, Penulis: Dyastriningrum; cetakan tahun 2009.
2. Antropologi Kontekstual : Untuk SMA dan MA Program Bahasa Kelas XI, penulis: Supriyanto; cetakan tahun 2009.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.

Pengertian, Objek, dan Tujuan Sosiologi

Hai sahabat! Kali ini kita akan mempelajari mata pelajaran Sosiologi untuk kelas 10. Untuk pembahasan yang pertama kali kita akan mengenal terlebih dahulu arti kata dan definisi sosiologi beserta ruang lingkupnya.

Pengertian Sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Latin socius yang artinya kawan dan logos yang artinya ilmu.Dengan demikian, sosiologi berarti pengetahuan tentang perkawanan atau pertemanan.Pengertian pertemanan ini kemudian diperluas cakupannya menjadi sekelompok manusia yang hidup bersama dalam suatu tempat, atau bisa disebut dengan masyarakat. Dengan demikian, sosiologi diartikan sebagai pengetahuan tentang hidup bermasyarakat.

Kerja bakti
Nilai kegunaan dari sosiologi (aksiologi) adalah mengetahui fenomena sosial yang
ada di masyarakat, serta bagaimana memahami perilaku individu-individu yang
melakukan tindakan-tindakan sosialnya.
Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai definisi sosiologi yaitu sebagai berikut.
  • Pitirim A. Sorokin: Sosiologi sebagai ilmu, mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (ekonomi, agama, moral, hukum, keluarga, dsb). Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial (geografis, biologis, dsb) menjadi ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
  • Roucekdan Warren: Sosiologi mempelajari hubungan antarmanusia dalam kelompok-kelompok.
  • William F. Oghburn dan Mayer F. Nimkoff: Sosiologi adalah penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
  • Max Weber: Sosiologi adalah ilmu yang berupaya untuk memahami tindakan-tindakan sosial.
  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi: Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial.

Objek Sosiologi

Objek sosiologi ada dua macam, yaitu objek material dan objek formal.
  • Objek material 
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antarmanusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
  • Objek formal 
Objek formal sosiologi ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Fungsi dan Tujuan Mempelajari Sosiologi

Ada empat fungsi mempelajari sosiologi, yaitu sebagai berikut.
  1. Dengan mempelajari sosiologi, kita akan dapat melihat dengan lebih jelas siapa diri kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota kelompok atau masyarakat.
  2. Sosiologi membantu kita untuk mampu mengkaji tempat kita di masyarakat, serta dapat melihat budaya lain yang belum kita ketahui.
  3. Dengan bantuan sosiologi, kita akan semakin memahami pula norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain, dan memahami perbedaan-perbedaan yang ada tanpa hal itu menjadi alasan untuk timbulnya konflik di antara anggota masyarakat yang berbeda.
  4. Kita sebagai generasi penerus, mempelajari sosiologi membuat kita lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala-gejala sosial masyarakat yang makin kompleks dewasa ini, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap setiap situasi sosial yang kita hadapi sehari-hari.

Hubungan Sosiologi Dengan Ilmu Lain

Ilmu pengetahuan dibagi atas dua kelompok besar, yakni kelompok ilmu-ilmu alam (natural sciences) dan kelompok ilmu-ilmu sosial (social sciences). Ilmu-ilmu alam secara khusus mempelajari fenomena fisik, meliputi antara lain fisika, kimia, biologi, astronomi, dan geologi. Sedangkan ilmu-ilmu sosial mempelajari fenomena nonfisik, yakni segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku manusia.

Karena fenomena nonfisik itu sangat luas maka ruang lingkup ilmuilmu sosial pun sangat luas, meliputi psikologi (ilmu tentang perilaku manusia individu), sosiologi (ilmu tentang perilaku kelompok), politik (ilmu tentang pengendalian pemerintahan dan administrasi negara), ekonomi (ilmu tentang produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa), dan antropologi (ilmu tentang manusia, kebudayaan, bahasa, evolusi, dan sebagainya).

Disiplin ilmu politik, antropologi budaya, antropologi sosial, dan psikologi sosial, memiliki banyak persamaan dalam konsep. Semua merupakan ilmu penunjang bagi sosiologi. Begitu juga halnya dengan geografi sosial (ilmu tentang peran manusia dalam berbagai proses seperti pertumbuhan, penurunan, dan mobilitas penduduk), dan sejarah (catatan dan penjelasan tentang peristiwa-peristiwa masa lampau yang berkaitan dengan manusia)

Cukup sekian dulu materi kita tentang sosiologi kali ini. Artikel di atas diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Sosiologi 1 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah, penulis: Bagja Waluya; cetakan tahun 2009.
2. Sosiologi : SMA / MA Kelas X, penyusun: Ruswanto ; cetakan tahun 2009.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.


Gambar 'kerja bakti' di atas diambil dari akun Flickr masfa dan berlisensi CC BY-NC-ND 2.0

Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah

Selamat malam sahabat! Kali ini kita akan mempelajari ilmu sejarah materi pengertian sejarah dan ruang lingkupnya. Materi yang dituliskan di sini diambil dari buku-buku kelas 10. Mari kita mulai.

Pengertian Sejarah

Marilah terlebih dahulu kita mempelajari arti kata dari sejarah itu sendiri. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajaratun yang berarti pohon. Pohon di sini melukiskan pertumbuhan yang terus menerus dari tanah ke udara. Pohon memiliki bagian-bagian seperti batang, ranting, daun, akar, dan buah. Bagian-bagian pohon tersebut memiliki hubungan yang saling terkait dan membuat pohon tersebut menjadi hidup. Ada dinamika yang bersifat aktif tidak pasif. Dinamika ini terus-menerus terjadi beriringan dengan waktu dan ruang di mana kehidupan itu ada. Dengan adanya lambang pohon itu, dapat menunjukkan adanya suatu pertumbuhan dan perkembangan. Jika dikaitkan dengan sejarah dapat disimpulkan bahwa manusia itu hidup, terus bergerak dan tumbuh seiring perjalanan waktu dan tempat manusia berada. Lebih luas dari itu, sejarah memang harus dinamis, harus tumbuh dan hidup, berkembang dan bergerak terus serta akan berjalan terus tiada henti sepanjang masa dan memiliki dinamika yang menarik dari kehidupan manusia.

Ada sejumlah kata bahasa Arab yang mempunyai arti hampir sama dengan kata “sejarah”, misalnya kata “silsilah” menunjukkan pada keluarga atau nenek moyang, kata “riwayat” atau “hikayat” dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, kata “kisah” yang sifatnya sangat umum menunjukkan pada masa lampau. Dalam bahasa-bahasa Nusantara ada beberapa kata yang mengandung arti sejarah seperti “babad” (bahasa Jawa), “tambo” (Minangkabau), “Tutui Teteek” (bahasa Roti), Pustaka, Cerita, dan lain-lain

Istilah lainnya yang berasal dari kata asing yang sama dengan kata sejarah yaitu history dari bahasa Inggris, geschichte berasal dari bahasa Jerman, dan gechiedenis berasal dari bahasa Belanda. History berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu historia (dibaca istoria), yang berarti “belajar dengan cara bertanya-tanya”.

Definisi Sejarah Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa definisi sejarah menurut para ahli, antara lain:
  • Edward Hallet Carr: Sejarah adalah suatu proses interaksi serba-terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.
  • Robert V. Daniels: Sejarah ialah kenangan pengalaman umat manusia.
  • J. Bank: Semua peristiwa masa lampau adalah sejarah (sejarah sebagai kenyataan); sejarah dapat membantu manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang, dan masa akan datang.
  • Taufik Abdullah: Sejarah harus diartikan sebagai tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.
  • Muhammad Yamin: Sejarah ialah ilmu pengetahuan umum yang berhubungan dengan cerita bertarikh, sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain.
  • Mohammad Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah menyatakan sejarah, yaitu: (1) Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. (2) Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. (3) Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekita kita.
  • W.J.S. Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mengungkapkan sejarah, yaitu: (1) Silsilah atau asal-usul. (2) Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. (3) Ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
Ciri-Ciri Utama Sejarah

Berikut ini adalah ciri-ciri umum dalam dunia sejarah, yaitu bahwa:
  1. Peristiwa sejarah itu abadi, tetap dikenang oleh generasi selanjutnya; misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. 
    Proklamasi kemerdekaan RI
    (Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka Jilid I, halaman 21)
  2. Peristiwa sejarah itu unik, hanya terjadi satu kali seumur hidup, tak pernah terulang secara persis untuk kedua kalinya; Oleh karena itulah tidak akan pernah ada peristiwa sejarah yang berulang. Setiap peristiwa akan berbeda dengan peristiwa sebelumnya, mungkin saja peristiwanya sama tetapi pelaku, waktu, dan tempatnya akan berbeda
  3. Peristiwa sejarah itu penting karena memiliki arti dan makna terhadap kehidupan khalayak ramai dan memiliki pengaruh besar dalam perjalanan manusia yang menjalaninya, misalnya peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, walaupun berlangsung singkat, namun dianggap sebagai peristiwa bersejarah karena pengaruhnya yang besar terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Ruang Lingkup Sejarah

Sejarah sebagai Peristiwa

Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau menjadi sangat penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Melalui peristiwa, ilmu sejarah mendapat gambaran tentang kehidupan manusia di masa lampau. Sejarah sebagai peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau mengakibatkan kita tidak mungkin lagi mengamati peristiwa tersebut, yang dapat kita amati adalah sejarah sebagai kisah, yaitu penelaahan sejarah sebagai kisah suatu peristiwa. Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. Tanpa memandang besar kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi kejadian yang akan datang.

Sejarah sebagai Kisah

Semua hasil karya cipta manusia merupakan suatu bukti dari kisah manusia yang hidup dan dinamis. Membicarakan sejarah sebagai kisah tidak lepas dari peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya, cipta, dan penelitian berbagai ahli yang kemudian menulisnya. Penulisan yang dapat dipertanggungjawabkan harus melalui penafsiran yang mendekati kebenaran peristiwa yang terjadi. Sementara itu, untuk merekonstruksi kisah sejarah harus mengikuti metode analisis serta pendekatan tertentu. Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menyusun kisah sejarah dari suatu masyarakat, bangsa, dan negara tidaklah mudah karena jejak-jejak sejarah yang ditinggalkannya tidak sedikit. Oleh karena itu, dalam penyusunannya memerlukan penelaahan yang sangat jeli dan bijaksana serta verifikatif sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penyusunan sejarah sebagai kisah, para sejarawan menggunakan dasar jejak-jejak yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa. Jejak-jejak sejarah yang berisi kehidupan rangkaian peristiwa atau kejadian dalam lingkup kehidupan manusia menjadi sumber penting dalam penulisan kisah sejarah.

Sejarah sebagai Ilmu

Sejarah sebagai ilmu adalah suatu susunan pengetahuan (a body of Knowledge) tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di masyarakat manusia pada masa lampau yang disusun secara sistematis dan metodis berdasarkan asas-asas, prosedur dan metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para pakar sejarah. Sejarah sebagai ilmu mempelajari sejarah sebagai aktualitas dan mengadakan penelitian serta pengkajian tentang peristiwa dan cerita sejarah. Sejarah sebagai ilmu juga menjelaskan pengetahuan tentang masa lalu yang berusaha menentukan dan mewariskan pengetahuan mengenai masa lalu suatu masyarakat tertentu.

Sejarah sebagai Seni

Sejarah pun dapat berperan sebagai seni yang mengedepankan nilai estetika. Jadi, sejarah dalam hal ini bukanlah dipandang dari segi etika atau logika. Menurut pemikiran Dithley, seorang sejarawan dan filsuf modern, sejarah adalah pengetahuan tentang cita rasa. Sejarah tidak saja mempelajari segala yang bergerak dan berubah yang tampak dipermukaan, namun juga mempelajari motivasi yang mendorong terjadinya perubahan itu bagi si pelaku sejarah. Ia mempelajari suatu proses dinamis kehidupan manusia. Dithley menambahkan bahwa pemahaman dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih berarti. Itulah sebabnya, menurut George Macauly Travelyan dalam penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti. Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan. Oleh karena itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni.

Cukup sekian dahulu materi yang kita pelajari kali ini. Materi ini merupakan ringkasan dari buku-buku yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud yang dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Sejarah 1: SMA/ MA Untuk Kelas X, penyusun: Tarunasena M.; cetakan tahun 2009.
2. Sejarah 1: Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Jilid 1 Kelas X, penulis: Hendrayana; cetakan tahun 2009.
3. Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas XI, penulis: Wardaya; cetakan tahun 2009.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.


Gambar yang ditampilkan di artikel ini kemungkinan memiliki hak cipta, ditampilkan di sini hanya sebagai ilustrasi.

Pengertian dan Ilmu Pendukung Geografi

Hai sahabat! Kali ini kita akan belajar mata pelajaran Geografi untuk kelas X. Materi yang akan kita pelajari kali ini adalah konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek Geografi. Apa sih Geografi itu? Apa saja cabang ilmu Geografi? Semuanya akan kita pelajari di materi ini.

Pengetahuan manusia mengenai Bumi sudah ada sejak lama. Hal ini dikarenakan planet Bumi merupakan tempat tinggal bagi manusia yang senantiasa berinteraksi dengan alam. Disadari atau tidak, interaksi antara manusia dengan lingkungan sekitarnya sudah terjadi sejak manusia itu dilahirkan. Sejak lahir manusia memerlukan berbagai unsur yang ada di Bumi seperti, udara bersih, makanan, pakaian, dan pemukiman.

Karena manusia telah berinteraksi dengan alam begitu lama tanpa disadari mulai mengajak setiap individu untuk merenung dan berpikir. Misalnya, mengapa permukaan Bumi tidak rata, tetapi terdapat gunung, bukit, lembah, palung, ngarai, dan sebagainya? Itulah salah satu pertanyaan yang secara otomatis mengarah ke pemahaman konsep-konsep Geografi.
Bencana Gempa dan Tsunami merupakan salah satu Gejala Geografi
(Sumber: Akun Flickr arkhangellohim, Lisensi: CC BY-NC-SA)
Masih ingatkah Anda dengan gempa bumi dan tsunami di Aceh beberapa tahun lalu? Gempa bumi dan tsunami telah menimbulkan banyak kerugian baik material, spiritual, dan bahkan hilangnya nyawa. Bencana ini telah menggambarkan secara ringkas ruang lingkup Geografi, mulai kejadian alam berupa gempa dan tsunami hingga pengaruhnya terhadap dinamika penduduk sebelum dan sesudah bencana.

Pengertian dan Batasan Geografi

Perkataan geografi berasal dari bahasa Yunani: geo berarti bumi dan graphein berarti tulisan. Jadi, secara harfiah, geografi berarti tulisan tentang bumi. Oleh karena itu, Geografi juga sering disebut sebagai ilmu bumi. Akan tetapi, Geografi tidak hanya mempelajari tentang permukaan bumi saja, benda-benda luar angkasa pun turut menjadi objek kajian Geografi. Dengan demikian, pengertian Geografi dapatdapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang Bumi, penduduk, flora, fauna, iklim, udara, dan segala sesuatu yang berinteraksi dengannya. Berikut ini beberapa batasan dan definisi dari beberapa pakar Geografi.
  • Geografi adalah disiplin ilmu yang berusaha untuk menguraikan dan menginterpretasikan karakter variabel dari suatu tempat ke tempat lainnya di Bumi sebagai tempat kehidupan manusia. (Hart Shorne)
  • Geografi adalah studi tentang lokasi dan tatanan fenomena pada permukaan bumi dan proses-proses yang menyebabkan distribusi fenomena tersbut. (Fielding)
  • Geografi adalah ilmu pengetahuan tentang perkembangan nasional dan pengujian terhadap teori-teori yang menjelaskan dan memperkirakan distribusi spasial dan lokasi berbagai karakteristik dari permukaan bumi. (Yeates and Hagget)
  • Geografi adalah pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi (gejala geosfer) serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan. (seminar dan lokakarya geografi di Semarang tahun 1988)
  • Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat Bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur Bumi dalam ruang dan waktu. (R. Bintarto)
Selain pengertian Geografi dari para ahli yang disebutkan di atas, masih ada pengertian dari para ahli lainnya yang memberikan definisi serta batasan Geografi.

Ruang Lingkup Geografi

Seminar dan lokakarya Geografi di Semarang menyimpulkan beberapa ruang lingkup Geografi. Ruang lingkup Geografi meliputi pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan gejala alam serta kehidupan di muka Bumi, interaksi antara manusia dan lingkungannya, dan dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

Secara garis besar Geografi dibagi menjadi dua aspek, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi aspek biologis, astronomi, kimiawi, dan sebagainya. Sementara aspek sosial meliputi aspek ekonomi, politik, antropologi, dan sebagainya.

Berikut ini adalah gambar ruang lingkup kajian geografi serta kaitannya dengan ilmu-ilmu yang terkait.
Ruang lingkup kajian Geografi serta kaitannya dengan ilmu lainnya
(Sumber: Wardiatmoko dan Bintarto)
Ilmu Penunjang Geografi

Berikut ini adalah ilmu-ilmu yang menunjang Geografi beserta penjelasannya.
  • Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari masalah atmosfer, misalnya, suhu, udara, cuaca, angin, dan berbagai sifat fisika dan kimia atmosfer lainnya.
  • Klimatologi adalah ilmu yang menyelidiki masalah iklim.
  • Astronomi, adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit di luar atmosfer bumi, misalnya, matahari, bulan, bintang, dan ruang angkasa.
  • Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan, terutama batubatuannya, misalnya, sejarah kejadian, komposisi, struktur, dan proses perkembangan batuan.
  • Geomorfologi (morfo artinya bentuk) adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk muka bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.
  • Ilmu tanah adalah ilmu yang mempelajari tanah-tanah secara keseluruhan, mencakup sifat fisik dan kimia tanah, struktur tanah, persebaran jenis tanah, dan sebagainya.
  • Hidrografi/hidrologi (hidro artinya air) adalah ilmu yang berhubungan dengan pencatatan, survei, serta pemetaan siklus air (tawar) yang ada di kerak bumi, baik yang berada di permukaan maupun yang ada di dalam kerak bumi, mencakup di dalamnya pola distribusi, sifat-sifat, dan karakteristik air. 
  • Oseanografi (ocean artinya laut) adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat fisik dan sifat kimia kelautan.
  • Ekologi adalah ilmu tentang lingkungan hidup, mencakup di dalamnya hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.
  • Biogeografi (bio artinya hidup) adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang faktor-faktor alam yang memengaruhi penyebaran makhluk hidup.
  • Geografi manusia adalah cabang ilmu geografi yang mengkaji tentang aspek sosial, ekonomi, dan penduduk.
  • Geografi politik adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang negara yang ditinjau dari sudut pandang letak negara tersebut di muka bumi, sehingga dapat diketahui kondisi alamnya, karakteristik penduduknya, dan dasar-dasar pengambilan kebijakan politik dari negara tersebut.
  • Geofisika adalah ilmu yang mengkaji sifat-sifat bumi (bagian dalam) dengan metode atau teknik fisika, misalnya dalam mengkaji gempa bumi, gravitasi, dan medan magnet.
  • Geografi penduduk adalah cabang ilmu geografi yang mengkaji tentang penduduk dan kaitannya dengan pengaruh lingkungan hidupnya sehingga dapat menampilkan karakter dan sosial-budaya yang beraneka ragam.
  • Geografi ekonomi adalah cabang ilmu geografi yang khusus mempelajari tentang ekonomi penduduk meliputi distribusi perekonomian penduduk yang dipengaruhi oleh kondisi alam.
  • Antropogeografi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari persebaran bangsa-bangsa di muka bumi dilihat dari sudut pandang geografis, disebut juga etnografi.
  • Paleontologi adalah ilmu tentang fosil-fosil dari bentuk kehidupan di masa purba yang berada di bawah lapisan-lapisan bumi.
  • Geografi regional merupakan cabang ilmu geografi yang mempelajari kawasan tertentu secara khusus, misalnya, geografi Timur Tengah dan geografi Asia Tenggara.
  • Geografi fisik adalah cabang ilmu geografi yang mengkaji bentuk dan struktur permukaan bumi.
  • Geografi matematik adalah cabang ilmu geografi yang dapat digunakan untuk memperlihatkan bentuk, ukuran, dan gerakan bumi, misalnya, lintang dan bujur geografi, meridian, paralel, dan luas permukaan bumi.
  • Geografi historis adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari bumi ditinjau dari sudut sejarah dan perkembangannya.
Cukup sekian dahulu materi yang kita pelajari kali ini. Materi ini merupakan ringkasan dari buku-buku yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud yang dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud.

Buku-buku yang dipakai dalam pembuatan artikel ini adalah:
1. Geografi: untuk SMA/ MA Kelas X, penyusun: Dibyo Soegimo, Ruswanto; cetakan tahun 2009.
2. Geografi 1: untuk Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Kelas X, penulis: Iwan Gatot Sulistyanto; cetakan tahun 2009.
3. Nuansa Geografi 1: untuk SMA / MA Kelas X, penulis: Saptanti Rahayu, Eny Wiji Lestari, Maryadi; cetakan tahun 2009.
4. Geografi 1 Membuka Cakrawala Dunia: untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, penulis: Bambang Utoyo; cetakan tahun 2009.
5. Geografi 1 Jelajah Bumi dan Alam Semesta: untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah, penulis: Hartono; cetakan tahun 2009.

Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan dikirim melalui email ke edukasi@anashir.com. Terima kasih.


Gambar yang ditampilkan di artikel ini kemungkinan memiliki hak cipta, ditampilkan di sini hanya sebagai ilustrasi.

Pengertian Atom dan Partikel Penyusunnya

Hai sahabat! Kali ini kita akan belajar materi untuk mata pelajaran Kimia kelas X. Untuk materi pertama kita akan mempelajari tentang atom. Tahukah Anda apa itu atom?

Pengertian Atom

Atom merupakan partikel paling kecil yang memiliki sifat unsur. Jari-jari suatu atom sekitar 3 - 15 nm (1 nm = 10-9 meter). Saat ini atom telah dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop STM (Scanning Tunneling Microscope) dan AFM (Atomic Force Microscope) sehingga sifat dan karakteristik dari bentuk atom dapat diamati dengan lebih jelas. Gejala yang ditimbulkan atom dapat dipelajari, seperti warna nyala, difraksi, sifat listrik, sifat magnet, dan gejala lainnya.

Teori atom pertama kali dikemukakan oleh John Dalton pada tahun 1803, yaitu atom adalah partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Kemudian ternyata atom terdiri dari partikel-partikel yang lebih kecil lagi yaitu proton, elektron, dan neutron. Partikel pembentuk atom ini disebut dengan partikel sub atom. Model atom terus berkembang mulai dari model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr, hingga model atom modern yang kita gunakan sekarang.

Partikel Penyusun Atom

Apakah Anda pernah menggosok-gosokkan penggaris plastik ke rambut kering dan mendekatkannya ke potongan kertas kecil-kecil? Jika pernah apa yang terjadi? Ya, penggaris tersebut menarik potongan-potongan kertas. Bagi yang belum pernah melakukannya, cobalah! Maka Anda akan melihat penggaris tersebut menarik potongan kertas. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Peristiwa tersebut membuktikan bahwa penggaris memiliki sifat listrik, karena penggaris merupakan materi yang tersusun atas atom-atom. Dengan demikian dapat disimpulkan pula bahwa atom memiliki sifat listrik. Penyelidikan mengenai sifat kelistrikan atom telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh beberapa ahli, di antaranya J.J. TThompson, Eugen Goldstein, Rutherford, dan Bathe & Becker.

1. Elektron

Tabung sinar katode
(Gambar ini diambil dari akun Flickr Micah Sittig dan berlisensi CC BY 2.0)
Sir William Crookes (1879) melakukan percobaan sinar katode. Dalam percobaannya, Crookes menggunakan alat yang disebut tabung sinar katode atau disebut juga tabung Crookes.

Jika tabung sinar katode dihubungkan dengan sumber arus searah tegangan tinggi maka katode akan memancarkan berkas sinar menuju anode. Sinar itu dinamakan sinar katode. George Johnstone Stoney (1891) mengusulkan nama sinar katode dengan "elektron".

Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes dan menemukan bahwa sinar katode dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. Hal ini membuktikan terdapat partikel bermuatan negatif dalam suatu atom.
Pembelokan sinar katode oleh medan listrik
Besarnya muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908) melalui percobaan tetes minyak Milikan. Dari hasil Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron -1 dan massa elektron 0.

2. Proton

Jika massa elektron itu 0 (nol), bagaimana mungkin partikel materi dapat memiliki massa jika hanya terdapat elektron saja? Selain itu, jika muatan elektron itu -1, bagaimana mungkin atom bersifat netral jika hanya ada elektron saja?
Eugene Goldstein (1886) membuktikan keberadaan proton melalui percobaan tabung Crookes yang dimodifikasi. Tabung Crookes diisi dengan gas hidrogen tekanan rendah (lihat gambar di samping). Hasil eksperimen membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melewati lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogen-lah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecilbaik massa maupun muatannya. Sehingga partikel ini disebut dengan "proton". Massa proton adalah 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton adalah +1.

3. Inti Atom

Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis emas (lihat gambar disamping)). Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif, seharusnya sinar alfa yang ditembakkan tidak ada yang menembus lempeng sehingga muncullah istilah "inti atom". Ernest Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti atom didukung oleh penemuan Sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat radioaktif (1896).
 

4. Neutron

Hasil percobaan Rutherford pada penelitian penembakan lempeng emas di atas menyatakan bahwa atom tersusun dari inti atom bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral. Massa inti atom tidak seimbangdengan massa proton yang ada di dalam inti atom. Sehingga dapat diprediksi ada partikel lain dalam inti atom. Prediksi tersebut memacu W. Bothe dan H. Becker (1930) melakukan eksperimen penembakan partikel alfa pada inti atom berilium (Be) dan dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi. Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick (1932).  Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi tersebut bersifat netral dan massanya hampir sama dengan proton. Partikel ini disebut "neutron".

Ok, cukup itu dahulu yang dibahas pada kali ini. Berikutnya tentang kimia akan dibahas lagi kelanjutan dari struktur atom. Artikel di atas diambil dari buku-buku Kimia kelas X yang diperoleh gratis dari BSE Kemdikbud. Jika ada pertanyaan, saran, atau kritik silakan sampaikan melalui email ke edukasi@anashir.com.

Terima kasih.


Gambar yang ditampilkan di artikel ini sebagian tidak diketahui lisensinya. Ditampilkan di sini hanya sebagai ilustrasi.

Biologi dan Perannya dalam Kehidupan

Selamat pagi sahabat! Sekarang kita akan belajar mengenai Biologi untuk kelas X. Untuk pembahasan Biologi yang pertama ini, kita akan belajar mengenai pengertian Biologi, objek Biologi, cabang-cabang Biologi, dan peran biologi dalam kehidupan.

Apa sih Biologi itu?

Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu "bios" yang berarti hidup dan "logos" yang berarti ilmu. Jadi, Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Kajian yang dipelajari dalam Biologi sangat beragam. Bukan hanya sebatas diri makhluk hidup itu sendiri, namun Biologi juga mengungkap keterkaitan antara makhluk hidup, makhluk tak hidup, dan benda mati.

Apa objek yang dipelajari dalam Biologi?

Objek yang dipelajari dalam Biologi mencakup seluruh organisme hidup (komponen biotik) beserta lingkungannya (komponen abiotik). Komponen biotik merupakan unsur yang meliputi semua makhluk hidup. Adapun komponen abiotik adalah seluruh unsur makhluk tak hidup. Komponen biotik yang dipelajari sebagai Objek Biologi mencakup seluruh organisme hidup yang terdiri dari 5 (lima) kingdom.

Apa itu kingdom?

Kingdom dalam Biologi adalah tingkatan paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Kelima kingdom tersebut adalah Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Gambar berikut ini menunjukkan adalah kelima kingdom tersebut. Keterangan gambar: (a). Bakteri (Monera), (b). Paramaecium (Protista), (c). Jamur (Fungi), (d). Tumbuhan (Plantae), (e). Hewan (Animalia).


Tadi disebutkan bahwa komponen abiotik juga termasuk dalam objek yang dipelajari dalam Biologi. Lalu komponen abiotik apa yang dipelajari?

Komponen abiotik yang juga sebagai objek Biologi, di antaranya adalah suhu, pH, cahaya matahari, kadar oksigen, tekanan osmotik, dan kelembaban. Komponen-komponen abiotik ini mampu memengaruhi komponen biotik dan juga sebaliknya. Cabang ilmu yang mempelajari interaksi antara komponen biotik dan abiotik secara khusus adalah Ekologi.

Organisme hidup dipelajari dalam berbagai tingkatan. Dari tingkatan yang paling kecil sampai yang besar dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan bioma.

Ekologi seperti yang disebutkan di atas adalah salah satu cabang Biologi. Lalu apa cabang Biologi yang lain?

Cabang-cabang Biologi di antaranya adalah:

  1. Mikrobiologi: ilmu yang mempelajari tentang organisme berukuran mikroskopik
  2. Botani: ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
  3. Zoologi: ilmu yang mempelajari tentang hewan
  4. Sitologi: ilmu yang mempelajari tentang sel
  5. Fisiologi: ilmu yang mempelajari tentang proses serta fungsi organ tubuh
  6. Evolusi: ilmu yang mempelajari tentang asal-usul kehidupan dan perubahan suatu organisme dari waktu ke waktu
  7. Morfologi: ilmu yang mempelajari tentang struktur atau bentuk luar suatu organisme
  8. Ornitologi: ilmu yang mempelajari tentang burung
  9. Virologi: ilmu yang mempelajari tentang virus
  10. Bakteriologi: ilmu yang mempelajari tentang bakteri
Apa peran Biologi dalam kehidupan?

Biologi sangat berperan besar dalam kehidupan. Berbagai penemuan telah berperan menyejahterakan kehidupan manusia.

Dalam bidang pertanian, misalnya, kini telah banyak ditemukan bibit unggul sehingga dapat dipanen lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak. Berbagai jenis pupuk juga telah banyak tersedia sehingga dapat membantu peningkatan hasil pertanian. Dalam bidang kesehatan, juga telah banyak ditemukan berbagai antibiotik. Selain itu juga banyak ditemukan berbagai jenis obat-obatan. Biologi juga mengngkap berbagai penyakit yang terjadi di masyarakat. Dalam bidang peternakan, banyak ditemukan hewan ternak bibit unggul sehingga mampu meningkatkan hasil peternakan manusia. Juga banyak manfaat dari Biologi di bidang-bidang lainnya.

Apakah Biologi hanya memiliki peran yang menguntungkan saja dalam kehidupan?

Hal tersebut bergantung pada diri manusia masing-masing. Manusia adalah makhluk yang dominan di muka bumi. Ia memiliki akal dan pikiran untuk mengendalikan sesuatu di bumi ini. Jika akal dan pikirannya digunakan untuk hal-hal yang baik tentu saja akan terasa manfaat dari Biologi. Sebaliknya, apabila akal dan pikirannya digunakan untuk hal yang buruk, tentu tindakannya dapat merusak alam. Contohnya adalah pembuatan senjata biologis yang sangat mematikan seperti anthraks (Bacillus anthracis) yang mampu membunuh manusia dalam waktu cepat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Biologi memiliki dua peran yaitu negatif atau positif dalam kehidupan ini. Namun, hal itu bergantung dari manusia itu sendiri. Apakah ia memiliki kesadaran terhadap perannya di bumi ini. Seperti firman Tuhan dalam al-Quran, bahwa manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka Bumi. Sebagai seorang pemimpin tentunya ia harus memelihara bumi ini, tidak malah merusaknya.

Untuk lebih memahami materi di atas silakan lihat peta konsep berikut ini:



Artikel di atas diambil dari buku "Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X" yang dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud. Jika ada pertanyaan, kritik, dan saran, silakan kirim melalui email ke edukasi@anashir.com.


Gambar yang dicantumkan di artikel ini mungkin memiliki hak cipta dan dicantumkan di sini hanya sebagai ilustrasi

Sepertinya Anda menggunakan pemblokir iklan (ads blocker).

Dukunglah blog ini dengan mematikan ads blocker di browser jika Anda menggunakannya atau mematikan mode penghematan data di browser opera.

Terima kasih atas dukungannya.

×