Asteroid, Meteor, Komet, dan Satelit di Sistem Tata Surya

Setelah membahas tentang planet-planet di sistem tata surya, kali ini kita akan membahasa anggota tata surya selain planet. Anggota-anggota tata surya selain planet di antaranya adalah asteroid, komet, meteor, dan satelit (pengiring planet). Nah, di artikel ini akan di bahas satu-persatu dari anggota tata surya selain planet.
Dari kiri: Asteroid, Komet, Bulan, Hujan Meteor (Sumber gambar: NASA)
Asteroid

Asteroid (Sumber: NASA)
Asteroid merupakan planet berbatu yang kecil dengan jumlah yang sangat banyak. Dalam Tata Surya terdapat beribu-ribu asteroid yang juga mengelilingi Matahari. Sebagian besar kelompok asteroid dijumpai berada di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Daerah ini dikenal sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada pula kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda, seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A Asteroids-Amor, Apollo, Aten).

Beberapa asteroid yang telah diidentifikasi antara lain Ceres merupakan asteroid terbesar yang juga masuk kategori planet kerdil/planet katai dengan diameter 780 km, Pallas 560 km, Vesta 490 km, Hygeva 388 km, Juno 360 km, dan Davida 272 km.

Meteor

Hujan Meteor (Sumber: NASA)
Meteor adalah benda angkasa berupa pecahan batuan angkasa yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Ketika meteor masuk ke dalam atmosfer bumi maka akan terjadi gesekan dengan udara sehingga benda tersebut akan menjadi panas dan terbakar. Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut meteorit. Tumbukan meteorit berukuran besar pada permukaan bumi seringkali menimbulkan lubang besar di permukaan bumi yang disebut kawah meteorit, contohnya Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya sekitar 1.265 m.

Komet

Komet (Sumber: NASA)
Komet merupakan anggota tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es, dan gas yang membeku. Komet mengorbit matahari dalam suatu lintasan yang berbentuk elips. Strukturnya terdiri atas kepala dan ekor komet. Kepala komet berdiameter lebih dari 65.000 km meliputi inti dan koma.

Salah satu komet yang terkenal adalah komet Halley. Komet ini ditemukan oleh Edmond Halley. Rata-rata periode munculnyaorbit komet Halley terjadi setiap 76–79 tahun sekali. Komet Halleyterakhir terlihat pada tahun 1986 dan diperkirakan akan tampak kembali pada tahun 2061. Inti atau pusat dari komet Halley sangatlah gelap dengan diameter kurang lebih 1.024 km. Selain komet Halley terdapat beberapa nama komet lainnya, seperti komet Hyakutake dan Hale-Bopp.

Satelit

Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet dan bersama-sama beredar mengelilingi Matahari. Satelit juga berotasi mengelilingi sumbunya sendiri. Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya yaitu dari barat ke timur kecuali satelit planet Neptunus. Planet yang telah diketahui tidak memiliki satelit adalah Merkurius dan Venus. Berikut ini adalah nama-nama satelit beserta jumlahnya untuk masing-masing planet:
Bulan merupakan satu-satunya satelit Bumi. Diameter bulan lebih kurang 3.476 km atau sekitar 1/4 diameter bumi, jarak rata-ratanya ke bumi sekitar 384.000 km. Periode revolusi bulan terhadap bumi sekitar 29,5 hari, sedangkan periode rotasinya sama dengan revolusinya, yaitu 29,5 hari.

Bulan (Sumber: NASA)
Bulan mengelilingi bumi dalam jangka waktu satu bulan. Pergerakan Bulan dari waktu ke waktu menyebabkan terjadinya perubahan sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan antara Matahari, Bumi, dan Bulan. Perubahan sudut tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan penampakan Bulan jika dilihat dari Bumi yang disebut fase bulan. Jika Bulan berada pada posisi terdekat ke Matahari, bagian Bulan yang menghadap ke Bumi akan tampak gelap, keadaan seperti itu disebut fase bulan baru. Sementara Bulan melanjutkan pergerakannya mengitari Bumi, tampak Bulan berubah pula menjadi fase bulan sabit, lalu bulan setengah, bulan tiga perempat, kemudian menjadi bulan purnama. Setelah tercapai fase purnama, fase berikutnya adalah kebalikannya sampai pada akhirnya terjadi fase gelap atau bulan baru kembali.

Demikianlah artikel tentang “Asteroid, Meteor, Komet, dan Satelit di Sistem Tata Surya”. Artikel ini diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud. Gambar-gambar dari NASA berada di domain publik di mana kebijakan hak cipta NASA mengatakan bahwa “Materi dari NASA tidak dilindungi undang-undang kecuali tercatat di dalamnya".

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Sepertinya Anda menggunakan pemblokir iklan (ads blocker).

Dukunglah blog ini dengan mematikan ads blocker di browser jika Anda menggunakannya atau mematikan mode penghematan data di browser opera.

Terima kasih atas dukungannya.

×