Matahari sebagai Pusat Tata Surya

Matahari adalah salah satu bintang di dalam Galaksi Bima Sakti yang memiliki fungsi dan peranan paling penting di dalam struktur tata surya. Matahari merupakan bagian dari tata surya yang memiliki ukuran, massa, volume, temperatur, dan gravitasi yang paling besar sehingga matahari memiliki pengaruh yang sangat besar pula terhadap benda-benda angkasa yang beredar mengelilinginya.

Matahari (Sumber: NASA)
Matahari memiliki garis tengah sekitar 1.392.000 km atau sekitar 109 kali garis tengah Bumi. Massa atau berat totalnya sekitar 332.000 kali dari berat Bumi, volumenya diperkirakan 1.300.000 kali volume Bumi, dan temperatur di permukaannya antara 5.000° C – 6.000° C, sedangkan temperatur di pusatnya antara 14.000.000° C - 15.000.000° C. Jarak Matahari ke Bumi sekitar 150 juta kilometer. Jarak Matahari ke Bumi disebut satu satuan astronomi (1 sa). Waktu yang dibutuhkan oleh sinar Matahari untuk sampai ke Bumi 8,33 menit.

Walaupun Matahari berukuran 109 kali Bumi, namun Matahari masih termasuk bintang yang kecil. Masih ada bintang-bintang lain di jagat raya ini yang lebih besar dari Matahari, bahkan hingga ratusan kali ukuran Matahari.

Struktur Matahari

Matahari terdiri atas bagian inti dan lapisan kulit. Bagian kulit Matahari terdiri atas lapisan fotosfer dan atmosfer. Di atas fotosfer terdapat lapisan atmosfer yang terdiri dari lapisan kromosfer dan korona.

A. Inti Matahari (Barisfer)

Struktur Matahari (Sumber: NASA)
Inti Matahari adalah bagian dari matahari yang letaknya paling dalam, berdiameter sekitar 500.000 km dengan tingkat temperatur sekitar 15.000.000° C. Pada bagian ini berlangsung reaksi inti yang menyebabkan terjadinya sintesis hidrogen menjadi helium dengan karbon sebagai katalisatornya.

B. Fotosfer Matahari

Fotosfer Matahari adalah lapisan berupa bulatan berwarna perak kekuning-kuningan yang terdiri atas gas padat bersuhu tinggi. Dari sinilah datangnya sinar matahari yang dapat kita lihat dari Bumi. Pada fotosfer matahari terlihat adanya bintik atau noda hitam berdiameter sekitar 300.000 km. Bahkan ada yang berdiameter lebih besar dari diameter bumi dengan kedalaman sekitar 800 km disebut umbra. Di sekeliling umbra, biasanya terdapat lingkaran lebih terang disebut penumbra. Noda-noda hitam pada matahari secara keseluruhan disebut sun spots.

C. Atmosfer Matahari
Atmosfer Maahari adalah lapisan paling luar dari Matahari yang berbentuk gas, terdiri atas dua lapisan, yaitu kromosfer dan korona. Kromosfer dan korona Matahari dalam keadaan normal idak dapat terlihat dengan jelas karena tingkat terangnya lebih rendah dari fotosfer. Kromosfer dan korona Matahari dapat terlihat di saat Matahari tertutup oleh Bulan atau sering kita sebut dengan gerhana matahari.
  1. Kromosfer, yaitu lapisan atmosfer matahari bagian bawah yang terdiri atas gas yang renggang berwarna merah dengan ketebalan sekitar 10.000 km. Lapisan gas ini merupakan lapisan yang paling dinamis karena seringkali muncul tonjolon cahaya berbentuk lidah api yang memancar sampai ketinggian lebih dari 200.000 km yang disebut prominensa (protuberans).
  2. Korona adalah lapisan atmosfer matahari bagian atas yang terdiri atas gas yang sangat renggang dan berwarna putih atau kuning kebiruan, serta memiliki ketebalan mencapai ribuan kilometer.

Pergerakan Matahari

Matahari tidaklah berada dalam keadaan statis, akan tetapi selalu bergerak dinamis baik individu maupun secara sistem. Adapun gerakan matahari secara garis besar terdiri atas gerak rotasi dan revolusi Matahari.

A. Rotasi Matahari

Rotasi Matahari, Bumi, dan Bulan
Rotasi Matahari adalah gerakan Matahari berputar pada sumbunya. Matahari mengalami perputaran pada sumbunya dari barat ke timur dengan kecepatan yang tidak sama. Beberapa bagian berputar lebih cepat dari bagian yang lain. Bagian ekuator Matahari berotasi sekitar 25,5 hari dan sekitar 27 hari di bagian kutub Matahari untuk satu kali putaran. Perputaran Matahari pada sumbunya memiliki arah yang sama dengan arah perputaran Bumi dan Bulan yangmengelilingi sumbunya masing-masing dan searah pula dengan peredaran Bumi mengelilingi Matahari dan Bulan mengelilingi Bumi.

B. Revolusi Matahari

Revolusi Matahari adalah gerakan Matahari beserta anggota-anggotanya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti.

Unsur-Unsur Matahari

Hidrogen merupakan unsur utama Matahari dengan massa lebih dari 80%. Unsur kedua adalah Helium sejumlah 19%. Sementara 1% massa lainnya terdiri dari unsur-unsur oksigen, magnesium, nitrogen, silikon, karbon, belerang, besi, natrium, kalsium, nikel, dan beberapa unsur mikro lainnya.

Matahari merupakan campuran dari atom-atom gas, inti-inti atom, dan partikel-partikel atom, seperti elektron, proton, dan neutron, positron, dan neutrino. Seluruh massa Matahari berbentuk gas panas yang disebut plasma.

Peranan Matahari bagi Kehidupan di Bumi

Matahari merupakan benda angkasa yang memiliki cahaya sendiri. Oleh karena itu, matahari memiliki peranan sangat penting, antara lain sebagai sumber cahaya dan panas bagi planet-planet di sekitarnya, termasuk Bumi, sehingga dapat berlangsung kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan di Bumi. Selain sebagai sumber panas dan cahaya, matahari memiliki peranan, sebagai pengatur iklim dan cuaca sehingga memungkinkan terjadinya variasi kehidupan di muka bumi.

Sekian artikel mengenai “Matahari sebagai Pusat Tata Surya” ini. Artikel ini diringkas dari buku-buku BSE yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbud dan dapat diunduh secara gratis di BSE Kemdikbud. Gambar-gambar dari NASA berada di domain publik di mana kebijakan hak cipta NASA mengatakan bahwa “Materi dari NASA tidak dilindungi undang-undang kecuali tercatat di dalamnya".

Label: