Penjumlahan Vektor dengan Metode Grafis

Sebelumnya telah dibahas mengenai pengertian vektor dan skalar. Nah, saat ini kita akan membahas mengenai penjumlahan vektor. Jika beberapa vektor dijumlahkan maka akan dihasilkan sebuah vektor baru yang disebut dengan resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu metode grafis, analitis, dan uraian. Saat ini kita akan membahas penjumlahan vektor dengan metode grafis.

Metode grafis memerlukan sketsa yang tepat skalanya, sehingga diperlukan mistar dan busur derajat untuk mengukurnya. Metode grafis sebetulnya sangat praktis namun memerlukan ketelitian dalam menggambar dan melakukan pengukuran panjang resultan dan sudutnya.

Metode-Metode Penjumlahan Vektor

Beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Dengan penjumlahan secara grafis, resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu metode segitiga, metode jajargenjang, dan metode poligon.

1. Metode Segitiga

Untuk mengetahui jumlah dua buah vektor dapat menggunakan metode segitiga. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Vektor pertama, misalnya A, digambarkan sesuai dengan besar dan arahnya.
  2. Vektor kedua, misalnya B, digambarkan dengan pangkalnya berimpit dengan ujung vektor A.
  3. Titik pangkal vektor A dihubungkan dengan ujung vektor B dengan gambar anak panah sehingga terbentuk sebuah vektor baru A+B  atau yang disebut dengan resultan vektor R.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut!

Penjumlahan Vektor dengan Metode Segitiga
2. Metode Jajargenjang

Selain dengan metode segitiga, dua buah vektor juga dapat dijumlahkan dengan metode jajargenjang. Pada metode jajargenjang terdapat beberapa langkah, yaitu sebagai berikut:
  1. Vektor pertama, misalnya A, dan vektor kedua, misalnya B digambar dengan titik pangkalnya berimpit.
  2. Sebuah jajargenjang digambar dengan kedua vektor tersebut sebagai sisi-sisinya.
  3. Resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang dengan titik pangkalnya sama dengan titik pangkal kedua vektor tersebut.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini!

Penjumlahan Vektor dengan Metode Jajargenjang
3. Metode Poligon

Metode poligon dapat digunakan untuk menjumlahkan dua buah vektor atau lebih, metode ini merupakan pengembangan dari metode segitiga. Misalnya terdapat tiga buah vektor, yaitu A , B, dan C, maka cara menjumlahkan dengan metode poligon dapat dilakukan dengan beberapa langkah, seperti berikut ini:
  1. Vektor pertama, yaitu vektor  A digambar terlebih dahulu sesuai besar dan arahnya.
  2. Vektor kedua, yaitu vektor B digambar dengan pangkalnya berimpit dengan vektor A.
  3. Vektor ketiga, yaitu vektor C juga digambar dengan pangkalnya berimpit dengan vektor B.
  4. Resultannya dapat dicari dengan menghubungkan pangkal vektor pertama dengan ujung vektor terakhir.
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini!


Penjumlahan Vektor dengan Metode Poligon

Selisih Vektor

Penghitungan selisih vektor atau disebut juga dengan pengurangan vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan vektor. Hanya saja di selisih vektor, penjumlahannya dilakukan dengan vektor negatifnya. Vektor negatif adalah vektor yang besarnya sama namun arahnya berlawanan.

Contoh dari selisih vektor atau pengurangan vektor adalah R=A-B atau R=A+(-B). Hal ini menunjukan bahwa selisih antara vektor A dan B  adalah hasil penjumlahan vektor A dan -B, dengan -B adalah vektor yang berlawanan arah dengan B  tetapi nilainya sama dengan B. Perhatikan gambar berikut!
Selisih Vektor
Itulah cara menjumlahkan vektor dengan metode grafis. Selanjutnya akan kita bahas tentang sifat-sifat penjumlahan vektor.

Label: