Ciri-Ciri dan Struktur Virus

Virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Virus digolongkan ke dalam kingdom tersendiri karena sifatnya. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Virus tidak termasuk klasifikasi makhluk hidup lima kingdom yang  terdiri atas kingdom Monera (bakteri), kingdom Protista (Alga), kingdom Fungi (jamur), kingdom Plantae (tumbuhan), dan kingdom Animalia (Hewan). Untuk klasifikasi makhluk hidup lima kingdom akan dibahas pada artikel yang lainnya.

Penemuan Virus

Pada tahun 1935 Wendell M. Stanley, seorang ahli biokimia Amerika, meneliti penyakit mosaik pada daun tembakau. Dalam penelitian tersebut digunakan satu ton daun tembakau yang terinfeksi oleh penyakit mosaik. Dari penelitian tersebut ditemukan kristal berbentuk jarum. Kristal tersebut disimpan dalam botol dan tidak menunjukkan adanya aktivitas kehidupan. Saat kristal tersebut dilarutkan, larutannya diusapkan pada permukaan daun tembakau yang sehat, maka daun sehat tersebut terserang penyakit mosaik.

Dari penelitiannya tersebut ia berpendapat bahwa virus bukan sel karena dapat dikristalkan. Virus tidak sama dengan bakteri karena jika kristal virus ini disuntikkan ke dalam tanaman tembakau yang sehat, virus akan aktif kembali dan melakukan penggandaan sehingga menyebabkan penyakit. Adapun bakteri adalah sebuah sel dan tidak dapat dikristalkan. Stanley adalah orang yang menamakan virus itu “Tobacco Mosaic Virus” (TMV) dan penyakitnya dinamakan penyakit mosaik.

Ciri-Ciri Virus

Apakah virus merupakan makhluk hidup atau makhluk tidak hidup?

Jika berada di luar sel hidup, virus tidak dapat bergerak, tumbuh atau berkembang biak sehingga di luar sel hidup virus dikelompokkan sebagai makhluk tak hidup. Sebaliknya, jika virus ada di dalam sel makhluk hidup lain, seperti tumbuhan, hewan, atau manusia, virus dapat tumbuh dan berkembang biak sehingga dikatakan bahwa virus adalah makhluk hidup.

Berikut adalah ciri-ciri umum yang dimiliki oleh virus:
  1. Virus berukuran sangat kecil, lebih kecil dari bakteri, berkisar 0,05 μm–0,2 μm (1μm = 1/1000 mm). Oleh karena itu, virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
  2. Virus hanya dapat hidup dan memperbanyak diri di dalam sel hidup organisme lain.
  3. Dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat, DNA (Deoxiribonucleic acid) atau RNA (Ribonucleic acid) saja.
  4. Untuk berkembang biak, virus hanya memerlukan asam nukleatnya saja.
  5. Virus dapat dikristalkan, tetapi virus tersebut masih memiliki daya patogen apabila diinfeksikan ke organisme hidup.
  6. Virus bersifat aseluler (tidak memiliki sel) dan tidak memiliki organel-organel sel
Struktur Virus


Virus tersusun dari asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) yang dibungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid.

Tubuh virus, seperti bakteriofage (virus yang menyerang bakteri) terdiri atas kapsid selubung protein), kepala, isi, dan ekor.
Struktur tubuh virus bakteriofage
Kapsid merupakan lapisan pembungkus tubuh virus yang berfungsi memberi bentuk tubuh virus dan melindungi virus dari kondisi lingkungan sekitarnya. Kepala virus berisi materi genetik (asam nukleat), yaitu DNA atau RNA. Ekor merupakan bagian tubuh virus yang penting untuk melekatkan diri dengan sel inang serta untuk memasukkan materi genetik virus ke dalam sel inang tersebut.

Virus dapat dibedakan berdasarkan bentuk dasar tubuhnya. Virus memiliki empat bentuk dasar tubuh, yakni berbentuk heliks, berbentuk bola, berbentuk polihedral, dan berbentuk kompleks. Seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Empat bentuk dasar virus, (A) bentuk heliks, contohnya Tobacco mozaic virus; (B) bentuk bola, contohnya virus influenza; (C) bentuk polihedral, contohnya adenovirus; (D) bentuk kompleks, contohnya bakteriofage T4
Demikianlah pembahasan mengenai ciri-ciri dan struktur virus. Pada artikel selanjutnya akan kita bahas mengenai perkembangbiakan virus. Terima kasih.

Latest

Sepertinya Anda menggunakan pemblokir iklan (ads blocker).

Dukunglah blog ini dengan mematikan ads blocker di browser jika Anda menggunakannya atau mematikan mode penghematan data di browser opera.

Terima kasih atas dukungannya.

×